Cerita Lucu Mukidi: Kolak Biji Salak
Mukidi: (Menemui Wakijan) “Celaka Jan. Markonah hampir membunuhku.”
Wakijan: “Kenapa? Kamu diracun?”
Mukidi: “Bukan. Dia masak kolak biji salak.”
Wakijan: “Istriku juga suka bikin biji salak (Heran) Apa masalahnya?”
Mukidi: “Iya tapi istriku pakai biji salak beneran!”
Kamis, 19 Januari 2017
Cerita Lucu Mukidi: Dompet Ketinggalan
Cerita Lucu Mukidi: Dompet Ketinggalan
Selesai berbuka puasa di warung Padang,
Mukidi: (Menghampiri pemiliknya) “Uda, pernah dengar gak hadits yang mengatakan bahwa memberi makan orang yang berpuasa pahalanya sama dengan pahala orang yang berpuasa?”
Uda: “Ya, saya sering dengar. Tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa sedikitpun.”
Mukidi: “Syukurlah, uda rupanya sering ngaji ya?”
Uda: “Memangnya kenapa?”
Mukidi: “Dompet saya ketinggalan.”
Selesai berbuka puasa di warung Padang,
Mukidi: (Menghampiri pemiliknya) “Uda, pernah dengar gak hadits yang mengatakan bahwa memberi makan orang yang berpuasa pahalanya sama dengan pahala orang yang berpuasa?”
Uda: “Ya, saya sering dengar. Tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa sedikitpun.”
Mukidi: “Syukurlah, uda rupanya sering ngaji ya?”
Uda: “Memangnya kenapa?”
Mukidi: “Dompet saya ketinggalan.”
Cerita Lucu Mukidi: Kolak Biji Salak
Cerita Lucu Mukidi: Kolak Biji Salak
Mukidi: (Menemui Wakijan) “Celaka Jan. Markonah hampir membunuhku.”
Wakijan: “Kenapa? Kamu diracun?”
Mukidi: “Bukan. Dia masak kolak biji salak.”
Wakijan: “Istriku juga suka bikin biji salak (Heran) Apa masalahnya?”
Mukidi: “Iya tapi istriku pakai biji salak beneran!”
Mukidi: (Menemui Wakijan) “Celaka Jan. Markonah hampir membunuhku.”
Wakijan: “Kenapa? Kamu diracun?”
Mukidi: “Bukan. Dia masak kolak biji salak.”
Wakijan: “Istriku juga suka bikin biji salak (Heran) Apa masalahnya?”
Mukidi: “Iya tapi istriku pakai biji salak beneran!”
Cerita Lucu Mukidi Berhenti Merokok
Cerita Lucu Mukidi Berhenti Merokok
Dokter: “Hebat. Pak Mukidi sudah brenti merokok ya?”
Mukidi: “Betul. Teman saya mati karena rokok.”
Dokter: “Dia kena kanker?”
Mukidi: “Bukan dok. Motornya ditabrak mobil box Gudang Garam.”
Dokter: “Hebat. Pak Mukidi sudah brenti merokok ya?”
Mukidi: “Betul. Teman saya mati karena rokok.”
Dokter: “Dia kena kanker?”
Mukidi: “Bukan dok. Motornya ditabrak mobil box Gudang Garam.”
Cerita Lucu Mukidi: Selalu Buka Toko
Cerita Lucu Mukidi: Selalu Buka Toko
Katijah belanja untuk bikin kue lebaran,
Katijah: “Mas ada terigu?”
Mukidi: “Gak ada bu.”
Katijah: “Telor?”
Mukidi: “Kosong bu?”
Katijah: “Gula pasir?”
Mukidi: “Habis!”
Katijah: “Terigu gak ada, telor kosong, gula pasir habis. Kenapa gak ditutup saja tokonya?”
Mukidi: “Kuncinya gak ada bu.”
Katijah belanja untuk bikin kue lebaran,
Katijah: “Mas ada terigu?”
Mukidi: “Gak ada bu.”
Katijah: “Telor?”
Mukidi: “Kosong bu?”
Katijah: “Gula pasir?”
Mukidi: “Habis!”
Katijah: “Terigu gak ada, telor kosong, gula pasir habis. Kenapa gak ditutup saja tokonya?”
Mukidi: “Kuncinya gak ada bu.”
Cerita Lucu Mukidi Terjebak Di Bioskop
Cerita Lucu Mukidi Terjebak Di Bioskop
(Jam 8 pagi di kantor bioskop).
(Kriing! telpon di meja kantor bioskop XXl berbunyi).
Mukidi: “Halo mas, saya mau nanya, bioskop buka jam berapa?”
Penjaga: “Jam satu mas.”
Mukidi: “Bisa buka jam sembilan tidak mas?”
Penjaga: “Gak bisa. Biasa jam satu bukanya.”
(Jam 11, telepon bunyi lagi).
Mukidi: “Halo. Jam berapa bukanya bioskop?”
Penjaga: “Kamu yang telpon tadi ya mas? Kan sudah dikasih tau, bukanya jam 1.”
Mukidi: “Jam 12 tidak bisa, mas?”
Penjaga: “Tidak bisa! Emang bioskopnya mbahmu apa!”
Mukidi: “Nawar sedikit saja mas. Gak apa2, sudah setengah satu saja ya?”
Penjaga: (Jengkel) “Sebenarnya kamu mau nonton film apa tho, kok telepon terus-terusan?”
Mukidi: (Sambil menangis) “Saya ini sebenarnya di dalam bioskop mas. Tadi malam pas nonton pilem ketiduran. Tolong mas, bukakan pintunya. Saya pingin pulang.”
(Jam 8 pagi di kantor bioskop).
(Kriing! telpon di meja kantor bioskop XXl berbunyi).
Mukidi: “Halo mas, saya mau nanya, bioskop buka jam berapa?”
Penjaga: “Jam satu mas.”
Mukidi: “Bisa buka jam sembilan tidak mas?”
Penjaga: “Gak bisa. Biasa jam satu bukanya.”
(Jam 11, telepon bunyi lagi).
Mukidi: “Halo. Jam berapa bukanya bioskop?”
Penjaga: “Kamu yang telpon tadi ya mas? Kan sudah dikasih tau, bukanya jam 1.”
Mukidi: “Jam 12 tidak bisa, mas?”
Penjaga: “Tidak bisa! Emang bioskopnya mbahmu apa!”
Mukidi: “Nawar sedikit saja mas. Gak apa2, sudah setengah satu saja ya?”
Penjaga: (Jengkel) “Sebenarnya kamu mau nonton film apa tho, kok telepon terus-terusan?”
Mukidi: (Sambil menangis) “Saya ini sebenarnya di dalam bioskop mas. Tadi malam pas nonton pilem ketiduran. Tolong mas, bukakan pintunya. Saya pingin pulang.”
Cerita Lucu Mukidi Terlalu Sayang Sama Istrinya
Cerita Lucu Mukidi Terlalu Sayang Sama Istrinya
Suatu hari istri Mukidi akan melahirkan anak pertama mereka. Mukidi pun buru-buru ke rumah sakit dan disuruh masuk untuk menyaksikan proses persalinan.
(Setelah persalinan selesai Mukidi pun mengecup kening Markonah, istrinya).
Mukidi: “Alhamdulillah, anak kita perempuan, makasih yaa, sayaang.”
Markonah: “Iyaa, kang.”
Mukidi: “Sakit yaa, sayang?”
Markonah: “Iyaa kang, sakiit banget!”
Mukidi: “Yang, aku sayaaang banget sama kamu. Aku ga tega.”
Markonah: “Iyaa kang!”
Mukidi: “Nanti kalau untuk anak kedua titip sama yang lain aja ya, jangan dari kamu lagi, aku ga tega, yaang.”
Markonah: #%&$*
Suatu hari istri Mukidi akan melahirkan anak pertama mereka. Mukidi pun buru-buru ke rumah sakit dan disuruh masuk untuk menyaksikan proses persalinan.
(Setelah persalinan selesai Mukidi pun mengecup kening Markonah, istrinya).
Mukidi: “Alhamdulillah, anak kita perempuan, makasih yaa, sayaang.”
Markonah: “Iyaa, kang.”
Mukidi: “Sakit yaa, sayang?”
Markonah: “Iyaa kang, sakiit banget!”
Mukidi: “Yang, aku sayaaang banget sama kamu. Aku ga tega.”
Markonah: “Iyaa kang!”
Mukidi: “Nanti kalau untuk anak kedua titip sama yang lain aja ya, jangan dari kamu lagi, aku ga tega, yaang.”
Markonah: #%&$*
Langganan:
Postingan (Atom)